MERDEKA!!!

 "Pimen ke, wis pada ngopi durung dulur Ngapakers?"


Proklamasi yang di bacakan oleh Soekarno hanya lah sebuah kemerdekaan yang merdeka dari jajahan bangsa asing saja. Nyatanya kita belum secara penuh merdeka secara definisi. Kita masih terjajah, terjajah di negeri sendiri.


Acap kali kita merasa risih dengan bahasa yang dari dulu memang sudah ada, di ajarkan, di jaga dan di pegang erat oleh para leluhur yang kita miliki. Via chat bae lho isin ngmong "nyong" (ngapak), gimana lagi kalo via langsung?


Kita merasa malu menggunakan bahasa ngapak (nyong, keprimen, loken dan lain masih banyak lagi) yang mana itu adalah bahasa orang tua, keluarga, teman, dan masyarakat sekampung kita sendiri.


Lah itu kalo bukan terjajah di negeri sendiri apalagi coba?_-


Memang sepertinya agak berlebihan. Hidup itu berbicara bukan hanya tentang penjelasan, kadang kita juga harus melalui fase yang di sebut pengalaman. Paham saja tidak cukup, kita juga harus melakukan apa yang telah di jelaskan. Jika belum secara langsung bertemu dengan wong wetanan, cobalah! nanti juga situ akan merasakannya tapi yang pasti itu kita malu untuk menggunakan bahasa Ngapak.Jika memang tidak malu, kita tidak bangga dengan bahasa kita sendiri.


Tapi coba, orang sana menggunakan bahasanya, baik berbicara dengan sesama atau dengan orang berbeda bahasa, sans sans saja koq, ndak risih ndak malu(?) 

Dalam berbahasa saja lho belum merdeka apalagi dalam berbangsa (?)

Dan itu hanya dalam berbahasa, belum dalam beragama, bersosial, berbudaya, berpolitik, dan semua itu terangkum dalam tata krama bergaya hidup,-


Jawa itu ya bukan hanya timur, ada juga tengah dan barat. Maksut dari menjaga budaya jawa ya yang timur timur, yang tengah tengah, yang barat barat gitu, maybe. bukan yanggggggggg ahsudah lah_-


*this is just opinion cuk eh suuuu


(7/2/2019)

Komentar

Postingan Populer