Gods Love
"Gods love" sebenarnya bukan kalimat yang tepat untuk meme tersebut.
Walaupun itu hanya sekedar meme, tapi tampaknya agak berlebihan. Karna yang menjadi obyek dari meme tersebut adalah Tuhan itu sendiri. Kurang relevan sekali jika Tuhan dijadikan sebuah meme, dari sudut padang manapun.
Dalam meme tersebut terdapat potret kaum Nabi Nuh AS yang telah diazab dan sebuah kalimat bertuliskan "Gods love". "Lalu mana yang katanya Gods love/kasih sayang Tuhan kepada semua makhluk?". Kurang lebih seperti itu, maksutnya.
Dari meme "Gods love" tersebut juga bisa dikaitkan dengan kemiskinan, kelaparan, penipuan, dll yang melanda semua umat manusia di seluruh dunia ini. Banyak sekali kejadian kejadian yang sebenarnya berlawanan dengan kasih sayang Tuhan.
Namun dari semua kejadian itu belum diketahui pasti apa yang ada dalam sketsa Tuhan (Lauhul Mahfudz). Bisa saja musibah musibah tersebut merupakan suatu kelebihan di pandangan Tuhan. Bisa saja kekurangan kekurangan tersebut adalah trigger/sindiran keras bagi orang orang yang diberi kelebihan oleh Tuhan namun tidak mampu untuk mensyukurinya. Who knows?
Kalimat yang tepat untuk potret meme tersebut adalah "Gods wise"/kebijaksanaan Tuhan. Tapi itu pun masih menjadi kontroversi. Baik itu tentang seseorang yang selalu beribadah namun hidupnya antah berantah kalah dengan seseorang yang hanya melakukan laranganNya namun hidupnya "adem ayem", jika Tuhan maha bijaksana hidup ini serasa amat seram, dan masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan terkait kemaha bijaksanaan Tuhan.
Dalam islam, melihat kejadian tersebut para malaikat sebenarnya sudah jengah dengan kelakuan kelakuan para ahli maksiat itu. Sehingga ditutuplah pintu langit agar doa mereka tidak tembus sampai ke langit. Namun anehnya Allah memerintahkan untuk dibuka kembali seraya berkata, "Aku suka dengan keyakinan mereka bahwa aku akan mengabulkan doa mereka. Aku suka mereka yakin bahwa Akulah yang mampu mengabulkan doa mereka. Dan Aku suka mereka yakin bahwa Aku pasti akan mengabulkan doa mereka" (Al hadits).
So yaa, semua itu hanya mengenai tentang keyakinan. Percaya dan yakin adalah dua hal yang berbeda. Seseorang beribadah, berdoa kepada Tuhan itu merupakan sebuah bentuk kepercayaan, namun siapkah seseorang menyerahkan hidupnya hanya kepada Tuhan semata? Sesimpel besok makan apa, minum apa, dll. Ya, itu lah keyakinan.
Menjadikan hal yang mustahil menjadi tidak mustahil, yang tidak mustahil menjadi mustahil adalah hak proregatif Tuhan. Tak ada yang dapat mempengaruhinya, entah apapun itu. Tuhan itu maha adil, tapi janganlah berlarut larut berputus asa pada kemaha bijaksanaanNya. Berpegang teguhlah pada kasih sayangNya yang lebih luas dan lebih besar.
Yakinlah, percayalah
*Sc image: internet.
Komentar
Posting Komentar