Indonesia - Jepang

 TAPI COBA TEMUKAN PERBEDAAN DARI DUA HASIL FOTO YANG BERBEDA NEGARA TERSEBUT!


Sebelah kanan menunjukan salah satu dari sekian banyak keadaan yang ada di jepang, sebelah kiri indonesia tercinta ini.


Perbedaannya sangat lah jauh bagai bumi dan langit. Mulai dari infrastruktur, budaya, kedisiplinannya dan lain masih banyak lagi yang berbeda. Di jepang masyarakatnya berbudaya jalan kaki, tidak menggunakan kendaraan pribadi yang akan mempermacet jalan saja, dengan tidak menaati peraturan, melanggar rambu rambu lalu lintas, tidak mau antri, merasa dirinya lah yang paling penting untuk disegerakam sampai tujuan. Karna menyangkut hal yang sangat penting.


Namun di jepang kendaraan umum sangatlah di gemari baik itu ke kantor ataupun kesekolahan. Masyarakatnya pun apabila jalan di trotoar fokus dan tertib. Tidak bercanda gurau mengganggu pengendara baik motor atau mobil bahkan sampai merusak fasilitas fasilitas yang di sediakan oleh pemerintah di pinggir pinggir trotoar.


Budaya tepat waktunya juga sangat berbeda dengan disini. Disana walaupun menggunakan kendaraan umum kemana mana, tapi mereka rela berangkat pagi pagi sekali, agar dapat datang tepat waktu. Karna itu lah budaya yang sangat di pegang oleh masyarakat jepang. Tidak seperti kita orang orang indonesia (khususnya NU) yang biasanya ngaret.


Di jepang harus kita akui infrastukturnya sangat lah tertata rapi. Ini di karenakan juga budaya buang sampahnya yang masih di pegang erat. Banyak sekali tong sampah. Dan itupun semua dipisah, mana yang organik, nonorganik dan juga yang mampu di daur ulang kembali. Maka dari itu sepertinya di jepang kelihatannya rapi sekali.


Di indonesia juga bisa seperti itu. Hanya dengan tidak membuang sampah sembarangan saja bisa membuat infrastruktur kota menjadi indah nan terlihat seperti tertata sangat rapi.


Di jepang juga peraturan peraturan dari pemerintah sangatlah di taati dan jika ada yang melanggar akan terkena sanksi yang tegas. Tak pandang bulu, baik pejabat, kyai, gus bahkan Mbah nun sekaligus


Okeh sampai disini ada pertanyaan yang ada "maukah anda menjadi orang jepang?". Coba pikirkan baik baik tidak ada pelanggaran pelanggaran, pemandangan pemandangan yang mengganggu, bersih rapih, seperti sangat damai jika hidup atau menjadi orang jepang? maukah?!


Terlepas dari semua hal yang telah di paparkan di atas ternyata jepang adalah salah satu negara dengan tingkat stres yang paling atau sangat tinggi. Ini terbukti dibuktikan dengan jumlah orang meninggal yang sangat banyak akibat bunuh diri setiap tahunnya. Bahkan dari pemerintah telah membuat atau menjadi kan tempat untuk bunuh itu sendiri, Suicide Forest yang berada di Aoikigahara.


Maukah anda hidup dalam ketatnya peraturan peraturan dan budaya budaya yang sangat menekan batin dan jiwa anda hingga membuat stres yang sangat sangat? Semua di atur, semua ada peraturannya? Ini aturan itu aturan? Menjadi orang yang sangat serius dalam menjalani hidup dalam dunia ini tanpa ada lelucon sama sekali? tidak adanya perilaku perilaku yang meresahkan?


Banyak dari kita orang di indonesia yang menginginkan hal hal tersebut terwujud. 

Biarkan saja. Indonesia ya sudah seperti ini saja, biarkan saja kidz jaman now memakan micin, biarkan saja emak emak sosialita sen kekanan belok kekiri, biarkan saja bapak bapak belok tapi tidak mau sen. Indah bukan? Banyak bahan tertawaan.


Tinggal kitanya saja yang mampu atau tidak mampu menikmati apa yang telah di berikan oleh tuhan akan keberagaman tipikal tipikal orang indonesia yang absurd absurd ini


Teruskan perilaku menjadi warga negara yang baik, dengan meresahkan orang orang wahai hamba popularitas


Hidup hanya sekali, jangan kau sia sia kan dengan memikirkan hal yang hanya membuat otak pusing. Nikmati saja


*sumber argumen : https://m.kaskus.co.id/thread/54e98fa0108b46cf1b8b4569/perbedaan-budaya-di-indonesia-dan-jepang/


(28/12/2018)

Komentar

Postingan Populer