Privacy

Setelah sekian lama tidak berkecimpung di dunia apa yang ada pikirkan, ada sesuatu yang sangat mengganjal mengganggu, dari dunia media sosial yang ada. Mulai manfaat atau guna instastory atau snapgram,story wa sampai dengan guna hastag itu sendiri yang sesungguhnya. Bahkan sampai apa guna media sosial tersebut, instagram, facebook, twitter, path, snapchat dan masih banyak lagi.


My own dari sebagian argumen dan opini orang yang resah akan hal ini juga, bahkan bukan hanya di instastory instastory yang telah di buat, juga postingan postingan yang telah di publish, berpikir seperti apa yang gambar tunjukan. Kadang kita mempost sesuatu berdasarkan emosi atau nafsu semata kita sendiri (termasuk my self), pernah ndak terpikir akibat dari postingan yang kita publish itu, baik untuk saat ini saat setelah mempublishnya, esok atau di masa depan?


Kita akui positif dan negatif itu selalu ada beriringan bahkan di hal baik sekalipun. Kita tercipta sebagai mahkluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain, kita hidup tidak sendiri, masih banyak jutaan umat manusia diluaran sana selain kita (karna sedang membicarakan instastory atau apapun yang di publish atau hanya sekedar retweet atau repost saja) ada orang yang bisa saja melihat atau membaca apa yang kita telah posting. Bahkan ada yang menunggu nunggu apa yang akan kita posting.


Pernah tidak? Pernah tidak kita terpikirkan akan dampak baik negatif maupun positifnya postingan itu? Kita akui dan emang harus diakui bahwa manusia memiliki beragam pandangan dan persepsi masing masing. Walau kita sudah memikirkannya matang matang dan membulatkan content dari apa yang kita publish itu postitif, pasti ada saja yang mempunyai persepsi negatif atau emang itu negatif walau kita sudah berpikir positif.


Okeokee kita ambil contoh, ada seseorang yang memposting atau snapgram tentang hari idul adha. Contentnya adalah hewan qurban yang telah di sembelih, masih utuh bentuk hewan qurban tersebut, namun dengan keadaan tidak bernyawa. Lalu kita publish dengan caption "alhamdulillah taun ini bisa qurban, semoga taun depan juga bisa. amin"


Apa salahnya memposting hal tersebut? sepertinya tidak ada masalah sama sekali jika di pandang sekilas mata. Namun jika di teliti atau di cari tahu kembali, ternyata ada ada saja orang yang tidak suka jika melihat darah dan hewan qurban yang telah di cincang cincang. Dan jika teliti teliti lagi itu saja jatuhnya bahkan hampir ke riya, karena yang memposting itu atas nama personal atau individu. Jika lembaga sosial masyarakat (LSM) itu akan beda lagi pemaknaanya.


Ya emang ada dampak positifnya juga, yaitu "saya aja yang ndak mampu bisa berqurban, masa anda yang mampu bahkan lebih ndak mau berqurban". Iya itu positif, tapi bukan itu maksud dari tulisan ini di tulis. Coba pikirkan kembali, banyakan dampak positif atau dampak negatifnya dari apa yang akan kita atau yang sudah kita posting. Atau itu hanya sia saja tidak berguna sama sekali bahkan sampai mubadzir. Karena hanya membuang buang waktu dan kuota saja, demi konten apa yang kita publikasikan tersebut!


Ada juga, niat kita nyinyir ke si A eh malah merembet ke si B, C, D, bahkan sampai Z dan masih banyak lagi. Plis lah, jika itu personal, di privasi, jangan dipost di publik.


Ada orang yang mempost konten konten tidak ada gunanya sampai negatif bahkan menjijikan berkata: "Iho wong ini hidup hidup saya koq, situ yang rempong". Emang, emang itu hak anda, itu hidup anda, anda boleh membuat hari hari anda menjadi lebih berwarna, but if you post in myworld, saya yang melihat njinggg!


If you wanna post that,, tolong lah! Diprivasi, jangan sampai masuk dalam dunia saya dan juga orang lain yang sama resahnya dengan saya! "halahhhh, hidup anda koq sepertinya ruwet sekali" emang hidup ini ruwet!  dan hidup terlalu indah jika di sia sia kan.

And remember you just a slaves, dont forget about that!


*jangan terfokus pada gambar, gambar hanya pemanis


(18/12/2018)

Komentar

Postingan Populer